Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap. (Foto: Warpur)
BIAK NUMFOR, JAGAPAPUA.COM – Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap membuka sidang tahunan atau Kankain Karkara Byak di kampung Anggopi, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Jumat (28/2) lalu.
Sidang tahunan itu membahas sejumlah program kerja. Dalam sambutannya, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap mengajak masyarakat ikut membantu mensukses program pemerintah daerah Biak Numfor. Tidak hanya itu, tetapi masyarakat Biak diajak menjaga nama baik dan kebesaran kabupaten Biak Numfor.
“Saya berharap melaljui sidang tahunan ini ada pengawasan masyarakat adat terhadap realisasi penggunaan dana desa (dana kampung) di setiap kampung ikut dibahas. Peran jajaran mananwir (kepala suku) dalam melakukan pengawasan sangat penting dan sebagai kepala daerah berharap bagian ini menjadi perhatian serius,†pesan Bupati Naap.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan bahwa sikap kritis yang disampaikan untuk pembangunan daerah ini sangat wajar dan tidak masalah. Bahkan bupati mengakui sikap kritis wajib, namun satu hal yang perlu diperhatikan bersama bahwa sikap kritis jangan diboncengi kepentingan kelompok dengan tujuan tertentu.
“Silakan kritisi pemerintah dan sikap kritis itu wajib, tapi kritikan itu juga kami harapkan mendasar dan dibarengi dengan solusi atau pemikiran yang konstruktif,†ungkap Bupati.
Menurut Naap, ada kelompok dan orang tertentu yang terkesan mengiring opini bahwa pemkab Biak Numfor tidak baik. Oleh sebab itu, Ario Naap menyatakan bahwa selaku kepala daerah akan menjaga nama kebesaran Biak Numfor. Bahkan ia mengajak masyarakat untuk mencintai Biak Numfor.
Biak Numfor masa lalu, Biak Numfor hari ini dan Biak Numfor akan datang tentunya punya perjalanan dan cerita masing-masing. Oleh karena itu, Ia (bupati) mengajak semua pihak untuk besama-sama melihat Kabupaten Biak Numfor hari ini dan akan datang untuk lebih baik.
“Mari kita bersatu melangkah bersama menatap Biak Numfor yang lebih baik kedepan. Kalau ada yang dikritisi, sekali lagi saya sampaikan silakan saja, namun kita juga harus objektif melihat setiap persoalan, jalurnya jelas dan pokok persoalannya” kata Naap.
Oknum Guru Tinggalkan Tugas Disayangkan
Dalam kesempatan itu, Bupati meminta supaya guru-guru yang ditugaskan di luar kota dan wilayah di kepulauan supaya tidak meninggalkan tempat tugasnya. Hal tersebut dikatakan karena dari sejumlah laporan di masyarakat menyebutkan kalau ada oknium-oknum guru tidak tinggal di tempat tugasnya sementara anak sekolah terlantar.
Meminta agar Tidak Ada Pemalangan
Lebih lanjut, kejadia pemalangan terhadap fasilitas umum yang dibangun pemerintah diminta supaya menjadi bagian penting untuk mendapat perhatian. Pemalangan terhadap fasilitas umum, seperti sekolah ataupun Puskesmas diminta kedepan tidak terjadi lagi karena merugikan orang banyak.
“Tanah yang digunakan sebagai lokasi untuk membangun fasilitas pemerintah saat ini sedang divalidasi ulang, bagian ini pemerintah sudah mulai melakukan penertiban dan kedepan diharapkan ada solusi terhadap pendataan aset tanah. Namun, perlu diingatkan bahwa pemalangan itu tidak boleh, dan saya berharap supaya masyarakat sendiri yang menjaga aset di wilayahnya masing-masing,â€ujar Ario Naap. (JP/WRP)
Share This Article