Jagapapua.com- Jumlah angkatan kerja 2019 di Provinsi Papua Barat mengalami kenaikan yang signifikan, yakni sebanyak  462.247 orang. Hal ini jika dibandingkann dengan tahun sebelumnya Agustus (2018) hanya mencapai 16.617 orang. Adapun, kondisi tersebut sejalan dengan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) sebesar 68,27 persen.
Artinya, dalam jangka setahun terakhir, secara absolut pengangguran bertambah sekitar 760 orang. Meski demikian, kenaikan angka pengangguran jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja sehingga angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka)  turun sebesar 0,06 persen poin menjadi 6,24 persen pasda  bulan  Agustus 2019, dibandingkan dengan Agustus 2018.
Adapun TPT tertinggi terdapat pada penduduk dengan pendidikan tamatan SMA, yaitu sebesar 9,93 persen.
Sumnber BPS Provinsi Papua barat mencatat, bahwa saat ini penduduk bekerja sebanyak 433.401 orang.
Apabila dilihat dari lapangan pekerjaan utama, maka lapangan usaha yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja cukup besar terjadi di Sektor Pertanian (2.89 persen poin) dan Industri Pengolahan (2,74 persen poin).
Sumber BPS menjelaskan, bahwa sebanyak 224.906 orang (51,89 persen) penduduk bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 1,94 persen poin dibanding Agustus 2018.
Dengan demikian maka persentase tertinggi penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu).
Dijelaskan,  sebesar 71,96 persen. penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1–7 jam memiliki persentase yang paling kecil, yaitu sebesar 1,71 persen. Sedangkan pekerja tidak penuh yaitu pekerja paruh waktu (19,24 persen) dan pekerja setengah penganggur (8,80 persen). * (desse).
Share This Article