Rapat kordinasi For Papua bersama BIN, TNI dan Menkopolhukam. (Foto/Fren)
JAKARTA, JAGAPAPUA.COM – Rencana besar pemerintah untuk menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua makin menjadi tanda tanya, apakah rencana besar ini berhasil ataukah tidak. Sebab, sampai saat ini proses pendaftaran peserta belum mencapai 50 persen alias baru 10 persen lebih saja.
“Agenda besar pemerintah untuk melakukan PON di Papua ini menjadi tugas berat semua elemen bangsa untuk bagaimana mensukseskannya. Hanya saja, dengan begitu banyak masalah Papua yang timbul belakangan, justru membuat pendaftaran peserta menurun dan belum mencapai sebagianâ€, Demikian hal itu terungkap dalam rapat koordinasi TNI, POLRI dan BIN bersama Forum Komunikasi Papua MPR RI di Gedung DPD RI pada senin, (24/02).
Mekipun rapat kerja itu dilakukan secara tertutup, namun tersiar kabar pihak Pemerintah sendiri merasa sangat hati-hati dan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis demi kegiatan PON ini berjalan aman untuk seluruh peserta yang akan ikut dalam setiap cabang olahraga.
“Bapak Presiden menginginkan kegiatan PON itu berjalan lancar, dan itu menjadi tanggungjawab semua pihak, termasuk kami dari Pihak TNI yang sampai hari ini terus membantu pemerintah daerah dan pihak kepolisianâ€, demikian hal itu diungkap pihak TNI yang dihadiri Kodam XVII/Cenderawasih.
Rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Papua MPR RI itu dipimpin Ketua Yorys Raweyai dan Dr. Filep Wamafma selaku sekretaris mengungkapkan, selain keinginan MPR RI untuk kegiatan PON berjalan aman dan lancar sebagaimana keinginan Presiden dan Wakil Presiden RI, For Papua juga akan mengunjungi Freeport dan lokasi konflik yang saat ini belum terselesaikan. (JP/fren)
Share This Article