pasang iklan

Kepsek SD YPPK Bilogai Intan Jaya Papua, Bantah Keterangan Kodam XVII Cenderawasih Soal Identitas Dua Siswa yang Tertembak

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM – Kepala Sekolah SD YPPK Bilogai, Stefanus Sondegau bantah keras atas keterangan yang disampaikan Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto dalam keterangan pers terkait identitas siswa Melki Tipagau (Melkias) 11 tahun yang tertembak 18 Frebuari 2020 lalu.

Dalam konferensi pers itu disebutkan bahwa Tim Gabungan melaksanakan pembersihan sektor kontak tembak dan menemukan beberapa barang bukti antara lain 1 (satu) orang mayat laki-laki (18 tahun). Terkonfirmasi bahwa salah satu jenazah yang menurut tim gabungan diketahui bernama Melki Tipagau, suku Moni yang berhasil dilumpuhkan diketahui membawa 1 pucuk senjata.

Stefanus mengatakan, Melki Tipagau tercatat sebagai siswa kelas VI SD YPPK Bilogai saat dikonfirmasi sumber ini.
“Melki Tipagau itu benar murid kami di sekolah. Saat ini dia kelas enam dan tercatat sebagai peserta ujian. Umurnya 11 tahun. Dan Martina Sani umurnya 12 tahun. Bukan seperti yang Kodam bilang,” tegasnya.

“Namanya yang tercatat dalam data sekolah adalah Martina Sani (12). Martina lahir pada 4 Februari 2008. Martina juga murid kelas VI SD YPPK Bilogai yang tercatat sebagai peserta ujian tahun ini (2020).

Dilarang Aparat Keamanan

Stefanus Sondegau mengaku tidak bisa masuk ke kampung Galunggama karena dijaga ketat aparat dan tidak diperbolehkan menuju ke Galunggama, tempat Kayus Sani (51 tahun) dan Melki Tipagau (11 tahun) sudah makamkan.
“Kami tadi sudah mau ke sana. Tetapi aparat larang kami untuk masuk ke sana. Jadi kami tidak lihat dan saksikan pemakaman murid kami. Kedua anak itu adalah murid kami yang saat ini mereka kelas enam,” Stefanus mengisahkan.

Jadi, Melki Tipagau (11) dan Martina Sani (12) adalah anak muridnya yang ditembak setelah mendapat informasi lengkap dari Pastor Yustinus Rahangiar, Pr, pastor Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya, Keuskupan Timika. Karena pastor Yustinus diijinkan untuk mendatangi rumah duka sebelum dimakamkan.

Sebelumnya, dalam siaran pers yang dikeluarkan Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto membeberkan, Tim Gabungan melaksanakan pembersihan sektor kontak tembak dan menemukan beberapa barang bukti antara lain 1 (satu) orang mayat laki-laki (18 tahunan). Meki Tipagau, suku Moni yang berhasil dilumpuhkan saat kontak tembak karena membawa 1 pucuk senjata.

Kodam mengatakan bahwa korban yang ditembak mati adalah Meki Tipagau umurnya 18 tahun. Namun, Kepala Sekolah SD YPPK Bilogai menyebut, korban yang ditembak mati diketahui Melki Tipagau berusia 11 tahun dan masih duduk di bangku Kelas VI yang akan mengikuti ujian terakhir tahun ini (2020).

Melki Tipagau (11) tahun, lahir pada 9 Juli 2008. Hingga dia ditembak mati tentara Indonesia, umurnya belum genap 12 tahun (pada 9 Juli 2020) nanti.

Selain itu,pihak Kodam Cenderawasih juga membeberkan bahwa keterangan yang diperoleh dari kepala suku yang bersangkutan bergabung dengan OPM/KSB. Saat kena tembak, 1 pucuk senjata sempat dibawa lari oleh KSB lainnya.

Jika data dan pernyataan pihak Kepala sekolah SD YPPK Bilogai benar, maka pernyataan Kodam XVII Cenderawasih terkesan menutupi-nutupi fakta dan menuding Melki adalah anggota OPM. Sedangkan, pada kenyataannya, Melkias Tipagau adalah siswa SD yang masih duduk di bangku kelas VI.

Apabila Melki Tipagau benar-benar lahir pada 9 Juli 2008, maka pada Juli 2020 nanti akan genap 12 tahun. Lalu, bagaimana mungkin (bisa) Kodam XVII Cenderawasih mendapatkan hasil hitungan 18 tahun? Rumus hitungan apa yang dipakai?

Sedangkan Kina (Martina) Sani diketahui dari data Sekolahnya lahir pada tanggal 4 April 2008. Artinya pada April 2020 nanti akan genap 12 tahun, tapi disebutnya 14 tahun? Harusnya sebelum memberikan keterangan pers, pihak terkait mengeceknya dengan teliti dan benar akan identitas korban dengan mendatangi keluarga korban juga pihak sekolah, jika mengetaghui korban adalah seorang siswa sekolah. Tujuannya agar memberikan informasi yang benar dan akurat kepada publik. (JP/Dese).

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery