pasang iklan

Kisah Pastor Yustinus Rahangiar, Pr dan Identitas Dua Muridnya Yang Tertembak di Papua

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM – Aku mengenal dia, dan dia mengenal aku. Perkataan di atas untuk memastikan identitas dua korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Tentara Indonesia terhadap dua orang siswa Kelas VI SD YPPK Bilogai, Sugapa, Intan Jaya, Papua, Selasa (18/2/2020) yang lalu.

Adapun, korban yang merupakan siswa Kelas VI SD Melkias Tipagau (11) tahun yang meninggal dunia setelah tubuhnya terserang peluruh tajam bersumber dari pelaku penembak yang tak bertanggungjawab atas para korban itu. Sebelumnya pada 1 Desember 2019 salah satu siswi yakni Malopina Sani (12) tahun, yang belakangan diketahui bernama lengkap Martina Sani, siswa Kelas VI SD YPPK Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pun tertembak dan mengalami luka berat.

Lalu, dua korban lainnya adalah Kayus Sani (51) seorang Kepala Suku Kampung Yoparu. Almarhum tertembak di bagian bahu dan dada. Sedangkan Mama Heletina Sani (31) tahun, yang tak lain ibu kandung Melkias Tipagau pun ikut tertembak. Baik Martina Sani dan Mama Heletina Sani mengalami luka berat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di sebuah Rumah Sakit di Papua.

Sebelumnya diberitakan media online Suara Papua, bahwa Tentara Indonesia sudah masuk dan melakukan tembakan, sembari melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah sekitar pukul 03.00 dini hari. Aksi membabibuta itu diberitakan terjadi sejak pukul 003.00 dini hari hingga 09.00 WIT.

Sebelumnya, dalam keterangan pers yang dikeluarkan Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto mengkronologiskan bahwa, Tim Gabungan melaksanakan pembersihan sektor kontak tembak dan menemukan beberapa barang bukti antara lain 1 (satu) orang mayat laki-laki (18 tahunan). Terkonfirmasi bahwa salah satu jenazah yang menurut tim gabungan diketahui bernama Meki Tipagau, suku Moni yang berhasil dilumpuhkan diketahui membawa 1 pucuk senjata.

Dalam keterangan tersebut, Kodam mengatakan bahwa korban yang ditembak mati adalah Meki Tipagau umurnya 18 tahun. Melki merupakan Siswa SD YPPK Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Mengenali identisas dua siswa Kelas VI SD YPPK Bilogai, Sugapa, Intan Jaya, Papua
Adalah Pastor Yustinus Rahangiar Pr, Pater Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya, Keuskupan Timika menyampaikan kesaksiannya terkait kedua siswa tersebut. Menurutnya, Melki (Melkias) Tipagau (11) tahun yang ditembak mati bersama Kayus Sani (51) kepala suku kampung Yoparu oleh Tentara Indonesia adalah anak muridnya yang sedang duduk di kelas VI SD YPPK Bilogai, Sugapa, Intan Jaya, Papua.

“Iyo [Melki Tipagau itu] saya punya murid. Saya mengajar to di SD. Saya mengajar kelas VI. Itu anak saya. Saya tahu mukanya badannya halus-halus putih sedikit. Ini pas ujian kelas VI,” kata Pastor Yustinus sebagaimana ditulis sumber ini berita ini, Kamis (20/2/2020).

Dijelaskan Pastor Yustinus, bahwa Melki yang ditembak mati maupun Martina Sani (12) anak SD kelas VI di sekolah yang sama, dan tertembak sejak Desember belum masuk sekolah.
“Jadi sejak Desember itu karena sudah waktu itu mau jalan 1 desember itu kan ada kekhawatiran macam begitu juga kami sekolah tutup, mulai dari situ dia tidak sekolah begitu. Bukan hanya dia, yang dari Galunggama itu begitu semua mereka takut naik karena kekhawatiran, begitu,”kisah Pastor Dekenat Intan Jaya itu.

Lanjutnya, Sejak 18 Februari 2020 Martina sani sudah dibawah ke Timika. Ia mengaku belum bertemu dengan Siswa tersebut di kampung Galunggama saat pemakanan Melki.
“Iyo, saya itu belum pastikan karena saya belum lihat [saat pemakaman Kayus dan Melki]. Martina itu benar, itu anak saya. Saya punya murid dari Ngalunggama itu ada dua, Melki Tipagau dan Martina Sani.”
Pastor Yustinus mengaku belum bertemu dengan Martina di tempat pemakaman, sedangkan muridnya yang lain sudah ditemui. Sehingga ia menduga yang tertembak (itu Martina).
“Melki itu betul. Saya sudah lihat langsung. Dan satu lagi itu bapa Kayus. Dia bapa kepala suku,” urai Pastor Yustinus.

Baik Melkias Tipagau (11 tahun) dan Kayus Sani (51) seorang Kepala Suku Kampung Yoparu, keduanya telah dimakamkan dalam satu lokasi di halaman Gereja Katolik Galunggama, Rabu (19/2/2020) di Kampung Galunggama.

Selamat Jalan Melkias Tipagau dan Kayus Sani, berbahagialah bersama para Malaikat dan Bapa di Surga. Sebagai pengikut Tuhan Yesus, kalian telah menjadi pahlawan perdamaian bagi Indonesia umumnya dan Tanah Papua khususnya. Semoga kepergian kalian bersama puluhan korban lainnya yang tertembak selama ini membuka mata dan hati bagi oknum-oknum pelaku kekerasan senjata di Bumi Cenderawasih. Damailah Tanah Papua. ** (Dese).

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery