Foto:Yohanes Eduardus Gili saat dipangku ibunya Rensiana Moi
JAKARTA,JAGAPAPUA.COM -Menyadang penyakit Hidrosefalus sejak lahir, bayi bernama Yohanes Eduardus Gili Ola berusia 7 tahun harus terkapar lemas diatas pangkuan ibunya. Bahkan nyaris hari ke hari kondisinya semakin memburuk (18/2/2020).
Seturut dengan didera penyakit Hidrosefalus tersebut, kepalanya  nampak semakin membesar, bahkan ditengah penyakit tersebut dia merintih kesakitan akibat dilanda penyakit mematikan itu.
Sang ibu dan ayah pun hanya bisa berlinang air mata diraut wajah, menyaksikan si buah hatinya terbaring diatas pangkuan ibunya, apalagi isak tangis Yohanes Eduardus Gili semakin menderu memecah kedukaan.
Dikutip Arlisakadepolicnews.com, ketika disambangi kediamannya, di Kampung Boawae, Kelurahan Natanage, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Selasa (18/02) bayi yang kerapkali disapa jordan itu sedang tersungkur tidur didalam balutan pangkuan ibunya bernama Rensiana Moi.
Dibalik kedukaan itu, sang ibu Rensiana menggelisahkan, ketika datang kehamilan dia begitu tekun memeriksa kandunganya, hampir setiap lawatan Posyandu dia kerap hadir, kabar duka itu mulai merabak. Selepad USG pada RSUD Bajawa mendapati Bayi Jordan mengidap penyakit Hidrosefalus.
Berkutat dalam menyembuhkan Jordan atas penyakitnya telah dilakukan Rensiana, semenjak jordan menginjak usianya tiga minggu, si bayi Jordan sempat dilarikan dan dirawat di RS Siloam Kupang. Namun lantaran usianya belum mencukupi dokter bisa melakukan oprasi terhadapnya, sebab menimbang resiko.
Akhirnya, sang ibupun memutuskan untuk merawat jordan dirumah saja, “jadi kami pulang rawat di rumah†katanya.
Selain itu, demi kesembuhan buah hatinya, wanita  berasal dari Kisol, Manggarai Timur ini mengakui bahwa mereka harus mengeluarkan uang sebesar 100 Juta Rupiah untuk biaya Operasi Jordan.
Hingga saat ini di usianya yang memasuki 7 bulan belum dilakukan penanganan lebih lanjut pasalnya dia dan suaminya mengalamai kekurangan dana untuk biaya operasi.
Apalagi Rensiana dan suaminya berkehidupan pas-pasan. Mereka juga mengakui, keluarga kesulitan dalam biaya pengobatan untuk membawa buah hati mereka ke rumah sakit.
Melalui media ini Rensiana berharap uluran tangan dermawan untuk bisa meringankan beban mereka dalam membiayai Operasi Jordan. Sebagai orang tua apalagi seorang Ibu yang sudah menjaga buah hatinya sejak dalam kandungan, tidak ada yang lebih berharga selain kesembuhan putranya.(Fren)
Share This Article