Ketua LMA Papua Barat, Maurids Saiba (Foto/warpur)
MANOKWARI, JAGA PAPUA.COM – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Barat, Maurids Saiba minta agar proses seleksi anggota DPR Papua Barat melalui mekanisme pengangkatan untuk dipercepat, sehingga tidak ada kekosongan di lembaga DPR.
Saiba berpendapat bahwa semakin proses seleksi tingkat provinsi Papua Barat terlambat, maka sangat berdampak pada kejenuhan rakyat. Apalagi sekarang ini DPR Papua Barat sedang melaksanakan agenda reses tahun anggaran 2020.
Secara otomatis, kata Saiba, aspirasi masyarakat asli Papua tidak bisa terakomodir karena Fraksi Otsus DPR Papua Barat kosong. Untuk itu, tahapan seleksi harus dipercepat, sebab dikuatirkan aspirasi masyarakat Papua tidak terakomodir.
Lebih lanjut, Saiba mengatakan, kekosongan kursi DPR otsus sangat berpengaruh untuk memperjuangkan hak dasar OAP, termasuk perjuangkan peraturan daerah khusus (Perdasus). Dia juga berharap ada komunikasi intens agar tahapan seleksi dapat diketahui publik secara terbuka.
“Inilah harapan kita dari LMA Papua Barat kepada tim panitia seleksi tingkat provinsi Papua Barat, sebab jangan sampai kekosongan ini berlama-lama karena rakyat Papua menunggu kepastian untuk mengisi kekosongan anggota DPR Otsus” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (14/2) malam. (JP/WRP)
Share This Article