pasang iklan

Awal Maret, Tiga Pimpinan Parlemen RI Akan Kunjungi Papua, Ini Agendanya

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM – Ada kabar gembira bagi masyarakat di Tanah Papua. Kabar itu datang dari MPR For Papua. Bahwasanya, Forum Komunikasi dan Aspirasi Anggota DPD dan DPR RI terus bekerja keras dalam upaya penyelesaian masalah di Tanah Papua. Kabar terbaru, bahwa tiga pimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akan mengunjungi Papua pada awal Maret (3-5/3/2020) mendatang. Adapun, tujuan daripada kunjungan tersebut adalah untuk melihat dari dekat kondisi di wilayah setempat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi Anggota DPD dan DPR RI, Yorrys Raweyai kepada wartawan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat kemarin.

“Dalam rapat bersama tiga kesekjenan yaitu MPR, DPR, dan DPD RI bahwa kami akan buat kegiatan tanggal 3-5 Maret 2020. Ketiga pimpinan lembaga akan hadir di Papua,” kata Anggota DPD dari daerah pemilihan Papua, Yorrys Raweyai.

Dijelaskan, kehadiran tiga pimpinan tersebut merupakan sejarah karena bersama-sama hadir di Papua untuk melihat secara langsung kondisi Papua saat ini. Lanjut pria yang dijuluki “Turky” (Turunan Key) Maluku ini, bahwa tiga pimpinan lembaga itu akan mengunjungi beberapa tempat seperti Wamena untuk melihat langsung kondisi pengungsi asal Nduga di wilayah setempat.

“Lalu pimpinan ketiga lembaga akan ke Jayapura untuk melihat sejauh mana persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan dilaksanakan pada Oktober 2020 mendatang.”

Adapun, kata Yorrys, ketiga pimpinan lembaga akan bersama MPR For Papua mengunjungi PT. Freeport Indonesia. Di sini mereka akan melihat perkembangan ke depan pasca-divestasi Freeport.

MPR For Papua dan Pansus Papua di DPD RI, kata Yorrys, telah mengundang beberapa institusi untuk bisa menggali dan mendengarkan pendapat terkait solusi apa untuk masalah di Papua.
“Apalagi muncul kasus di Nduga dan berbagai persoalan yang menguat di dunia internasional,” jelas Yorrys.

Diketahui bahwa, Papua sedang membutuhkan ruang dialogis untuk menyuarakan aspirasi sehingga pemerintah perlu membuka mata dan telinga ,daripada menyimpulkan sendiri secara sepihak atas kegelisahan yang berkembang di Tanah Papua saat ini.

“MPR For Papua sudah menginventarisir persoalan di Papua dan membuat konsep bagaimana menyelesaikan persoalan di Papua dalam konteks NKRI di periode ke dua pemerintahan Presiden Jokowi. Namun ada kasus yang mencuat dan mengemuka terutama di Nduga yang menjadi polemik di dunia internasional apalagi kasus Mispo Gwijangge menjadi keprihatinan,” jelas Yorrys Raweyai. (JP/Dese)

Share This Article

Related Articles

Comments (4)

  • THULLEY

    cialis online pharmacy

  • saipshose

    Cialis

  • best place to buy cialis online

    585 Cipa Canadian Approved Pharmacies

  • Meebata

    The authors of this manuscript have no potential conflicts of interest to report legit cialis online

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery