pasang iklan

Papua Dan Tidore adalah Saudara Serahim

Jayapura, Jagapapua.com– Sekian lama membingkai persaudaran didalam lembaran sejarah peradabaan Rakyat Papua. Pemimpin Tidore (Sultan Tidore) Husain Syaah, bertandang kembali mengijakan kakinya untuk kesekian kali.

Dalam kesempatan tersebut  Sultan Tidore tampak mengkristalkan rajutan hubungan bersama bangsa Papua yang cukup terbilang lama dirintis persaudaraannya oleh leluhurnya.

Hal itu nampak semenjak Sultan Tidore berdiri diatas podium mengulas, sekaligus menguak kembali seturut dengan apa yang telah dirajut oleh para pendahulunya kala itu.

Diketinggian Podium tersebut,  Sultan Tidore Lantas menyampaikan bahwa sesungguhnya, semua orang di seantero indonesia pun tahu, bahwa tanah Papua adalah tanah yang di berkati oleh Tuhan.

Lanjut dia, jadi agama yang sudah mencuat, menduduki diatas permukaan Tanah Papua, baik islam maupun kristen semuanya mengulas tentang kebajikan.”Ungkap Sultan Tidore.

Adapun peradabaan yang sudah menerpa orang Papua tersebut, akhirnya menuai hasil, membuat orang Papua tahu cara bertutur kata dengan baik, sebagaimana sudah diatur didalam keyakinan masing-masing.

Sambung dia, petuah para pendahulu Tidore pernah mengingatkan  pada dirinya, jangan pernah hengkang, lalu memutuskan hubungan dengan Tanah Papua, sebab disanalah pangkal tanah yang sudah diberkati Tuhan.”Tegas Sultan.

Selain itu, Husain Syah, selaku  Sultan  Tidore, turut bersyukur, dia bisa dipertemukan bercengkarama dengan saudara-saudaranya yang ada di tanah Papua, bahkan sampai dipertemukan dengan Walikota dan masyarakat kota Jayapura. Katanya.

Didalam untain pidatonya, Sultan Tidore menaruh sebuah pengharapan besar kepada saudara sekadungnya, Papua. Agar terus memupuk dan merawat  jalinan persaudaraan antara orang Papua dan  Maluku Utara (Tidore), Didalam bingkai menuju Indonesia sejahtera, Indonesia yang berkeadilan.”Ujar Sultan.

Disela-sela ujung akhir pidatonya, Sultan Tidore pun mengakhiri penjelasannya,”Ia sangat merasa terharu bisa dipertemukan dengan saudaranya di Papua. Didalam keharuan itu, Iapun lantas menggelisahkan bahwa Papua dan Tidore itu di ikat bukan berdasarkan politik semata, tetapi diikat berdasarkan sumpah yang akan di pegang Teguh oleh kedua negri ini.

Namun tetapi, jikalau tuhan berkendak lain terhadap Papua, Papua tidak boleh beranjak meninggalkan Tidore, semua boleh bubar, namun sampai kapanpun Tidore tidak bisa diputuskan dengan Papua,”Tutup Sultan.

Sebelumnya, kehadiran Sultan Tidore di GOR, Jayapura, Provinsi Papua, dalam rangka untuk menghadiri acara pelantikan pengurus kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) kota Jayapura dan paguyuban se Maluku Utara, yang turut di hadiri oleh sejumlah petinggi Pejabat di Papua, Sabtu, (08/02/2020). (R. Sangaji)

Share This Article

Related Articles

Comments (12760)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery